Jumat, 01 Mei 2020

SEJARAH KEPRAMUKAAN DUNIA




Pendahuluan


Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.  Hal ini disebabkan pengalaman beliaulah yang mendasari pembinaan remaja di negara Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan.

Riwayat hidup Baden Powell

Lahir tanggal 22 Pebruari 1857 dengan nama Robert Stephenson Smyth. Ayahnya bernama powell seorang Professor Geometry di Universitas Oxford, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Pengalaman Baden Powell yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan menarik diantaranya :

a.    Karena ditinggal bapak sejak kecil, maka mendapatkan pembinaan watak ibunya.
b.    Dari kakaknya mendapat latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dan lain-lainnya.
c.     Sifat Baden Powell yang sangat cerdas, gembira, lucu, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar sehingga disukai teman-temannya.
d.    Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang di puncak gunung serta keberhasilan melatih panca indera kepada Kimball O’Hara.
e.    Terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
f.     Pengalaman mengalahkan Kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Pengalaman ini ditulis dalam buku “Aids To Scouting” yang merupakan petunjuk bagi Tentara muda Inggris agar dapat melaksanakan tugas penyelidik dengan baik. William Smyth seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar Baden Powell melatih anggotanya sesuai dengan pengalaman beliau itu.
Kemudian dipanggil 21 pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Browns Sea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Tahun 1910 BP pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Pada tahun 1912 menikah dengan Ovale St. Clair Soames dan dianugerahi 3 orang anak. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929 Baden Powell meninggal tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

SEJARAH KEPRAMUKAAN SEDUNIA

Awal tahun 1908 Baden Powell menulis pengalamannya untuk acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya ini dibuat buku dengan judul “Scouting For Boys”. Buku ini cepat tersebar di Inggris dan negara-negara lain yang kemudian berdiri organisasi kepramukaan yang semula hanya untuk laki-laki dengan nama Boys Scout. Tahun 1912 atas bantuan adik perempuan beliau, Agnes didirikan organisasi kepramukaan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang kemudian diteruskan oleh istri beliau. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga dengan nama CUB (anak serigala) dengan buku The Jungle Book karangan Rudyard Kipling sebagai pedoman kegiatannya. Buku ini bercerita tentang Mowgli si anak rimba yang dipelihara di hutan oleh induk serigala. Tahun 1918 beliau membentuk Rover Scout bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Tahun 1922 beliau menerbitkan buku Rovering To Success (Mengembara Menuju Bahagia). Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju ke pantai bahagia. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Dunia yang pertama di Olympia Hall, London. Beliau mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World).

1.       Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark
2.       Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris
3.       Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria
4.       Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda
5.       Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis
6.       Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria
7.       Tahun 1955 Jambore VIII di sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris
8.       Tahun 1959 Jambore IX di Makiling, Philipina
9.       Tahun 1963 Jambore X di Marathon, Yunani
10.   Tahun 1967 Jambore XI di Idaho, Amerika Serikat
11.   Tahun 1971 Jambore XII di Asagiri, Jepang
12.   Tahun 1975 Jambore XIII di Lillehammer, Norwegia
13.   Tahun 1979 Jambore XIV di Neishaboor, Iran tetapi dibatalkan
14.   Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Kanada
15.   Tahun 1987 Jambore XVI di Cataract Scout Park, Australia
16.   Tahun 1991 Jambore XVII di Korea Selatan
17.   Tahun 1995 Jambore XVIII di Belanda
18.   Tahun 1999 Jambore XIX di Chili, Amerika Selatan
19.   Tahun 2003 Jambore XX di Thailand

Tahun 1914 beliau menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka dan baru dapat terlaksana tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Maclarren, beliau mendapat sebidang tanah di Chingford yang kemudian digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka dengan nama Gilwell Park. Tahun 1920 dibentuk Deewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya di London, Inggris dan tahun 1958 Biro Kepramukaan sedunia dipindahkan dari London ke Ottawa Kanada. Tanggal 1 Mei 1968 Biro kepramukaan Sedunia dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 19 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia dipegang berturut-turut oleh Hebert Martin (Inggris). Kolonel J.S. Nilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Kanada) yang pada tahun 1965 diganti oleh R.T. Lund 1 Mei 1968 diganti lagi oleh DR. Laszio Nagy sebagai Sekjen. Biro Kepramukaan sedunia Putra mempunyai 5 kantor kawasan yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Sedangkan Biro kepramukaan Sedunia Putri bermarkas di London dengan 5 kantor kawasan di Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

Sabtu, 11 April 2020

KELAS 8 : MATERI PPKN BAB 6

KELAS 7 : MATERI BAB 6 PPKN




A. Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
1. Perjuangan Menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjuangan berarti usaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu. Perjuangan puncak menuju NKRI adalah ketika golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Akhirnya golongan tua sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan segera menyusun naskah proklamasi. naskah asli proklamasi Naskah tersebut diketik oleh Sayuti Melik. Naskah proklamasi dibacakan oleh Ir.Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat pukul 10.00 WIB, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Proklamasi Kemerderkaan bagi bangsa Indonesia memiliki makna yang dapat ditelaah dari beberapa aspek yaitu: Aspek Hukum Aspek Historis Aspek Sosiologis Aspek Kultural Aspek Politis Aspek Spiritual
2. Pengertian Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasal 18, 18A, 18B menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kesatuan dengan sistem pemerintahan daerah yang berasaskan desentralisasi, dekosentrasi, dan tugas pembantuan. MPR menyatakan ada 7 (tujuh) prinsip yang menjadi paradigma dan arah politik pasal 18, 18A dan 18B yaitu: Prinsip daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Prinsip menjalankan otonomi seluas-luasnya. Prinsip kekhususan dan keragaman daerah. Prinsip mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya. Prinsip mengakui dan menghormati pemerintah daerah yang bersifat khusus dan istimewa. Prinsip badan perwakilan dipilih langsung dalam suatu pemilihan umum. Prinsip hubungan pusat dan daerah dilaksanakan secara selaras dan adil.
B. Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Peran Daerah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Kedatangan bangsa Portugis, Belanda, dan Jepang yang diteruskan dengan penjajahan, mendapat perlawanan dari bangsa Indonesia. Beberapa contoh perlawanan ketika jaman Portugis: Perlawanan Rakyat Maluku dipimpin oleh Sultan Harun Perlawanan Rakyat Demak dipimpin oleh Pati Unus Perlawanan Sunda Kelapa dipimpin oleh Falatehan Beberapa contoh perlawanan ketika jaman Belanda: Perlawanan Rakyat Aceh dipimpin oleh Tjut Nyak Dien, Teukur Umar, Panglima Polem, dan lainnya. Perlawanan Rakyat di Sumatera Utara dipimpim oleh Raja Sisingamangaraja XII. Perlawanan Rakyat di Jawa dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Agung, dan Pangeran Diponegoro. Perlawanan Rakyat di Kalimantan dipimpin oleh Pangeran Antasari. Perlawanan Rakyat di Sulawesi dipimpin oleh Sultan Hassanudin. Perlawanan Rakyat di Maluku dipimpin oleh Pattimura. Perlawanan Rakyat di Bali dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik. Perjuangan merebut kemerdekaan kemudian mengalami perubahan strategi setelah kebangkitan nasional pada tahun 1908. Dari yang bersifat kedaerahan menjadi bersifat nasional. Contoh organisasi yang terbentuk seperti: Jong Minahasa Jong Islamiten Bond Jong Ambon Boedi Oetomo Sarekat Islam Partai Nasional Indonesia dan sebagainya.
2. Peran Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Saat Ini.
Peran daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia antara lain: Mempertahankan bentuk dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat. Memajukan bangsa melalui inovasi dan kreativitas aparatur sipil negara di daerah. Melaksanakan pembangunan nasional. Mengembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis. Mempertahankan bentuk dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tertuang dalam pasal 37 ayat (5) UUD 1945 yang berbunyi : “Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.” Pasal lain yang perlu diperhatikan adalah pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi : “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Maksud dari “dikuasai” adalah negara memiliki kekuasaan untuk mengatur bumi dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Kekuasaan ini dimaksudkan agar kemakmuran rakyat benar-benar tercapai.
C. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Daerah memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia, nilai nilai yang terkandung antara lain: Perjuangan melawan penjajah oleh daerah memiliki arah dan tujuan yang sama. Tokoh pejuang daerah merupakan tokoh pejuang bangsa Indonesia. Persatuan dan kesatuan telah terbukti menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. Sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Peranan daerah pada saat ini adalah menunjukan nilai nilai sebagai berikut: Kemajuan daerah akan lebih cepat tercapai apabila bangsa Indonesia memiliki nilai persatuan dan kesatuan. Kemakmuran bersama merupakan tujuan masyarakat Indonesia. Kekayaan alam merupakan milik seluruh bangsa Indonesia. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama tanpa membeda-bedakan asal daerah.

Artikel ini diambil dari: https://portaledukasi.org/2018/06/03/rangkuman-materi-ppkn-kelas-7-bab-6/
Copyright © PortalEdukasi.org.