Kampus konservasi,itulah
nama yang sudah melekat kuat pada universitas negeri semarang yang membawa visi
menjadi universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat,unggul dan
sejahtera pada tahun 2020.Sebuah cita-cita nan elok dan mulia dalam menyongsong
kehidupan yang akan datang,bukan hanya sekedar tulisan akan tetapi mampu
merasuk kedalam roh para civitas akademika universitas negeri semarang.
Misi konsevasi kemudian
diperkenalkan dalam berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi yaitu
pendidikan,penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.Kegiatan seperti
perkuliahan,seminar dan forum ilmiah lainnya yang tujuannya memperkenalkan
unnes konservasi terhadap mahasiswa maupun para pendatang.Dibidang penelitian
dan pengabdian masyarakat telah banyak program untuk membangun memperkuat unnes
konservasi yang peduli terhadap lingkungan seperti penanaman pohon,gerakan
jalan kaki dan membuat kebijakan yang “pro” terhadap konservasi.
Kampus sebagi mimbar
akademik sudah sepantasnya melahirkan berbagai forum ilmiah.Bagaimana forum
ilmiah menjadi forum yang memang benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk
menambah bekal ilmu pengetahuan yang tidak didapatkan dibangku perkuliahan
sehari-hari.Dalam hal ini mimbar akademik dimaknai sebagai forum yang sangat
besar yang yang diikuti oleh mahasiswa dengan narasumber yang sangat luar
biasa.Inilah yang menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh kita bersama
sudahkah antusiasme mahasiswa untuk datang pada sebuah seminar atau forum
ilmiah lainnya didasarkan atas besarnya integritas dan kredibilitas tokoh yang
bersangkutan dalam kancah nasional atau didasarkan hanya untuk mendapatkan
selembar sertifikat semata.
Dalam perjalanan saya
di kampus ini belum merasakan aroma tokoh nasional layaknya Mahfud MD,Abraham Samad,Anis Baswedan,Jusf
Kalla,Dahlan Iskan,Deny Indrayana,Joko Widodo,dan lainnya yang mampu hadir di
kampus tercinta ini.Rasanya keriduan akan tokoh itu menjadi sebuah perbincangan
menarik untuk dibahas.Berbagai Baliho yang memasang nama tokoh nasional tidak
sedikit akan tetapi masih terdapat tanda bintang alias dalam
konfirmasi.Seakan-akan itu menjadi nilai jual untuk menarik banyak peserta.
Rasa kerinduan yang
mendalam ini atas dasar “iri” terhadap universitas lain yang mampu
mengahadirkan tokoh nasional macam UNDIP,UNSOED,UNS,UNIKA,UGM,UNY.bahkan
beberapa kali saya dan beberapa orang rela untuk datang ke universitas tersebut
untuk mendengarkan ceramah dari para tokoh itu dalam sebuah forum ilmiah.Saya
yakin bahwa semua panitia sebuah forum ilmiah sudah mencoba untuk menghubungi
berbagai tokoh nasional yang diharapkan,akan tetapi mungkin saja nama
universitas dan alumni yang dihasilkan menjadi sebuah pertimbangan untuk
menerima pinangan dari panitia mahasiswa.Harapan besar ada pada para mahasiswa
sebagai tugas mulia untuk mengembangkan kampus ini sehingga suatu saat nanti
ketika meminta tokoh nasional hadir di sekaran ini akan menjadi sebuah
kehormatan dan kebanggaan tersendiri.