Kamis, 08 Mei 2014

Ebit G Ade-Titip Rindu buat Ayah


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap   bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap   setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung  beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia



Jumat, 10 Januari 2014

Haus Akan Tokoh


       Kampus konservasi,itulah nama yang sudah melekat kuat pada universitas negeri semarang yang membawa visi menjadi universitas konservasi bertaraf internasional yang sehat,unggul dan sejahtera pada tahun 2020.Sebuah cita-cita nan elok dan mulia dalam menyongsong kehidupan yang akan datang,bukan hanya sekedar tulisan akan tetapi mampu merasuk kedalam roh para civitas akademika universitas negeri semarang.

      Misi konsevasi kemudian diperkenalkan dalam berbagai kegiatan tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan,penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat.Kegiatan seperti perkuliahan,seminar dan forum ilmiah lainnya yang tujuannya memperkenalkan unnes konservasi terhadap mahasiswa maupun para pendatang.Dibidang penelitian dan pengabdian masyarakat telah banyak program untuk membangun memperkuat unnes konservasi yang peduli terhadap lingkungan seperti penanaman pohon,gerakan jalan kaki dan membuat kebijakan yang “pro” terhadap konservasi.
 
   Kampus sebagi mimbar akademik sudah sepantasnya melahirkan berbagai forum ilmiah.Bagaimana forum ilmiah menjadi forum yang memang benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menambah bekal ilmu pengetahuan yang tidak didapatkan dibangku perkuliahan sehari-hari.Dalam hal ini mimbar akademik dimaknai sebagai forum yang sangat besar yang yang diikuti oleh mahasiswa dengan narasumber yang sangat luar biasa.Inilah yang menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh kita bersama sudahkah antusiasme mahasiswa untuk datang pada sebuah seminar atau forum ilmiah lainnya didasarkan atas besarnya integritas dan kredibilitas tokoh yang bersangkutan dalam kancah nasional atau didasarkan hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat semata.
        Dalam perjalanan saya di kampus ini belum merasakan aroma tokoh nasional  layaknya Mahfud MD,Abraham Samad,Anis Baswedan,Jusf Kalla,Dahlan Iskan,Deny Indrayana,Joko Widodo,dan lainnya yang mampu hadir di kampus tercinta ini.Rasanya keriduan akan tokoh itu menjadi sebuah perbincangan menarik untuk dibahas.Berbagai Baliho yang memasang nama tokoh nasional tidak sedikit akan tetapi masih terdapat tanda bintang alias dalam konfirmasi.Seakan-akan itu menjadi nilai jual untuk menarik banyak peserta.
      Rasa kerinduan yang mendalam ini atas dasar “iri” terhadap universitas lain yang mampu mengahadirkan tokoh nasional macam UNDIP,UNSOED,UNS,UNIKA,UGM,UNY.bahkan beberapa kali saya dan beberapa orang rela untuk datang ke universitas tersebut untuk mendengarkan ceramah dari para tokoh itu dalam sebuah forum ilmiah.Saya yakin bahwa semua panitia sebuah forum ilmiah sudah mencoba untuk menghubungi berbagai tokoh nasional yang diharapkan,akan tetapi mungkin saja nama universitas dan alumni yang dihasilkan menjadi sebuah pertimbangan untuk menerima pinangan dari panitia mahasiswa.Harapan besar ada pada para mahasiswa sebagai tugas mulia untuk mengembangkan kampus ini sehingga suatu saat nanti ketika meminta tokoh nasional hadir di sekaran ini akan menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri.